Gundah Gulana Ala Postcrosser
by
Anonymous
- 3:18 PM
assalamualaikum
already mid May dan tanpa terasa tahun akan tiba bulan ramadhan dua hari lagi (terus birthday terus sudah menjelang akhir tahun, lagi). berbagai pertanyaan perlahan mulai muncul seperti, "bagaimana kualitas hidup mu selama ini? apa saja pencapaian karir atau pekerjaanmu? apa yang sudah kau lakukan untuk keluarga? destinasi wisata mana saja yang sudah kamu kunjungi? siapa sosok yang sudah memenangkan hatimu?" from first to last questions, I'm hesitant to answers. and this post i wanna share about my new hobby. not a new ones but the old hobby which back to running my life again. what is it? postcrossing alias bertukar kartu pos. back to old days, ketika jaman SD hobi berkirim kartu pos ke sanak saudara yang ada di luar pulau atau penjuru bumi bagian sebelah mana karena yah, 17 tahun yang lalu adalah saat dimana telepon rumah masih naik pamor dan tempat tinggal saudara yang lain kadang belum ada layanan telepon nya. salah satu cara paling ekonomis ya berkirim surat atau kartu pos. kemudian muncullah handphone dengan biaya roaming hingga sekarang sudah jamannya video call.
4-5 tahun yang lalu masih hobi yang namanya koleksi kartu pos kalau kebetulan lagi bepergian (yang memang ketemu sama toko handicrafts) tapi karena semenjak kuliah banyaknya bepergian ke spot-spot nature, keluar kota dan jauh dari kota (baca: terpencil) jadi bye-bye sama hunting postcard hello hunting foto. sampai akhirnya kepikiran buat beli postcard lagi pas dapat kesempatan untuk liburan di akhir bulan Juli tahun lalu. tapi ya postcard nya buat self collections aja sih. beli nya terbatas dan hiks rada sayang kalau dibagi-bagi (pelit nih ye...)
![]() |
| my first flyin postcard, masih beli pc nya |
trus kepikiran deh buat stalking di google, masih ada ga sih budaya bertukar kartu pos di jaman yang serba modern ini? ternyata... ada! ada sebuah wadah sosial semacam couchsourfing tapi beda... ini namanya postcrossing yang sesuai artinya bertukar kartu pos. dimana nanti para member akan mengirim dan menerima kartu pos secara random dari sesama member yang berasal dari penjuru dunia. wow! satu jam kemudian sudah sign up jadi member postcrossing dan langsung join di forum KPI (komunitas postcrossing Indonesia) yang ada di facebook.
gimana cara supaya bisa jadi member pc.com? gimana mekanisme dari pc.com? well, sebenarnya saya termasuk newbie (belum genap setahun jadi member) jadi sebaiknya untuk pals yang kebetulan kesasar di blog ini karena asal masukkan keyword google dengan sangat menyesal saya menyatakan bahwa lebih baik untuk mampir ke blog lain saja (wtf?!?!) yah habisnya waktu pertama kali check and re-check banyak guide for newbie postcrosser dari para senior kok. hehehe.
jadi, setelah daftar di pc.com kan ada semacam rules give and take. dimana untuk dapat postcard dari member lain (randomly) kita diharuskan terlebih dulu mengirimkan postcard ke member lain (randomly too) dan sempat bingung karena stock postcard ada di Surabaya semua (tahun lalu masih tinggal di rantau). setelah bingung tahap pertama karena ga punya ready stock postcard, bingung tahap kedua adalah soal pesimistic bisa kirim kartu pos dari kecamatan terpencil yang alhamdulillah ada kantor pos juga di kecamatan (sampai bapak penjaga counter perangko dan materai hafal sama saya). sejak daftar pc.com bulan Agustus 2016, terhitung sudah bolak-balik ke kantor pos untuk kirim postcard baik untuk kirim via pc.com, swap card dengan member KPI, atau cek alamat rumah.
hah, ngapain cek alamat rumah? sebenarnya cek alamat rumah adalah salah satu tips untuk menghindari adanya badmood atau bete pas udah jadi member pc.com karena problem yang terjadi. problem nya adalah pc yang kita kirim tidak sampai dengan sehat sentausa oleh penerima atau sebaliknya, kita tidak menerima kartu pos yang seharusnya ditujukan ke kita (entah dari member atau dari swap). kalau sebelum sebelumnya alamat kita termasuk mode aman karena ketika kirim mengirim paket, belum tentu ketika kirim kartupos dengan modal perangko akan sampai juga (yah karena harga perangko cheaper dan tidak terdeteksi history perjalanannya). nah yang ini kadang bisa dibilang by luck aja sih dan saya pernah mengalaminya ketika sebelum pindah dari rantau ke kota asal (Surabaya) saya sempat tes kirim postcard dari rantau dengan tujuan alamat rumah (dan berbagai format penulisan alamat) tapi sampai saya merantau (lagi) ke kota yang pernah saya tinggali semasa kuliah postcard nya tak kunjung datang ke rumah. anehnya, postcard yang iseng saya kirim dari beda wilayah kantor pos di Surabaya, sampai dengan aman sentosa kurang dari 48 jam. hingga coba share pengalaman ke member KPI lain satu kota ataupun beda kota dan finally ada malaikat baik hati bernama Juan (dipuji nih ceritanya) salah satu member KPI menawarkan alamatnya untuk saya pinjam (iya pinjam) dan dicantumkan di profile postcrossing saya dan tiap ada postcard yang datang akan dikabari gitu, nanti kalau udah cukup banyak dikirim via pos tercatat (kaya pos ekspess atau jne tiki gitu). problem solved karena curhat curhat. catatan nya: kalau ada problem soal ber-postcrossing ada baiknya di share di wall grup KPI atau curhat sama member lainnya (kalau bisa member senior ya...) tapi bukan saya wkwk
![]() |
| first time received postcards from pc.com and swap |
setelah 9 bulan jadi member postcrossing dan KPI (10 hari lagi giving birth. lol), jadwal tiba postcard tidak bisa diprediksi lho... dan sudah ada 2 postcard yang saya kirimkan tidak kunjung diterima oleh member pc.com karena expired (yah ada tenggat waktu dari pc.com untuk lama nya traveling time postcard atau memasukkan ID postcard yang kita terima). jadi kalau tidak ada notifikasi tentang postcard yang kita kirimkan itu tiba di receiver, ya berarti udah expired. mungkin sudah di terima tapi ID yang tercantum di masing-masing postcard tidak bisa diinput karena saking lamanya tuh postcard jalan jalan. harapan saya sih postcardnya sampai cuma kelamaan walking around, hehe.

