Solotraveling experience @ Magetan
selamat pagiii :)
lama sudah tidak menjejakkan tulisan di blog ini
karena jadwal yang padat (bahkan disaat liburan yah)... oke dalam tulisan ini
aku akan membahas mengenai solo travelingku yang pertama ke Magetan. sebuah
kota (temanku mengatakan bahwa Magetan adalah sebuah kabupaten, bukan kota -_-)
kecil yang berada di ujung provinsi Jawa Timur (kalau nggak percaya boleh lihat
peta atau google maps). sebenarnya ingin sesekali solo travelingnya ke Jogja
karena memang aku lebih mengenal kota itu (entah tiap tahun berapa kali pergi
ke sana) namun karena suatu alasan jadilah aku mengganti destinasiku ke
Magetan. karena memang aku memiliki teman dekat yang asli sana dan sedang
pulang kampung. sudah lama aku berjanji untuk bermain ke rumahnya (rencananya
malah waktu liburan semester 4 kemarin) namun selalu batal karena masih belum
percaya diri untuk melakukan perjalanan sendirian dalam jarak lumayan jauh.
yang aku tahu secara sepintas, Magetan merupakan
daerah yang cukup tenang tidak seperti Surabaya atau Malang yang terlalu ramai dan
selalu dihiasi dengan kemacetan, yah meskipun di sana juga aku merasakan
kepanasan seperti ketika di Surabaya. di Magetan dengan mudah aku menemui areal
persawahan yang lebih didominasi tanaman padi, jagung, atau tebu. hanya
beberapa ladang yang ditanami sayuran seperti sawi, kubis, atau tomat (itupun
aku temui ketika diperjalanan menuju Telaga Sarangan).
langsung saja yah, untuk mencapai wilayah magetan
sendiri bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, namun hanya
dapat menggunakan bus, untuk kereta sendiri di Magetan tidak ada stasiun umum
yang dilalui kereta api jadi kalau mau ke sana menggunakan kereta, turunnya pun
di stasiun Madiun. jadilah aku ke sana memilih menggunakan bus. awalnya aku
sedikit bingung untuk rute bus yang harus ku pilih, menanyakan kepada temanku
yang asli penduduk Magetan pun tidak sebegitu tahu karena dia dalam
transportasi pulang kampung biasanya menggunakan jasa travel. dan menurut
teman-teman, aku disarankan untuk menggunakan bus tujuan sby-solo-jogja untuk
mencapai Magetan dan nanti aku hanya turun di terminal Maospati (salah satu
terminal di sana yang dilalui bus besar antar provinsi). hanya berbekal
pengetahuan seadanya dan tekad yang kuat maka diputuskan aku berangkat pada
hari Sabtu, 26 Januari 2013.
ketika tiba di terminal purabaya, aku langsung menuju
peron bus patas tujuan sby-solo-jogja (waktu itu aku lihatnya yg parkir bus eka) dan menanyakan pada kondektur bus apa yang ke
terminal Maospati. tapi aku malah diantar ke peron bis tujuan
Jombang-Madiun-Ponorogo-Magetan dan langsung didorong untuk naik bus restu yang
akan berangkat saat itu. meskipun sedikit panik karena ini memang pertama
kalinya aku keluar kota naik bus dengan jarak lumayan jauh dan minim
pengetahuan, tapi tetep harus positif thinking sama perjalanan saat itu supaya
mood tetep cerah dan ga nyesel buat pergi. soalnya pengalaman sih, kalau misal
kita pergi dalam keadaan mood berantakan pasti kita nggak nemuin makna liburan
itu. padahal kita memilih pergi dari hiruk pikuk aktifitas adalah untuk
refreshing.
waktu tanya
ke penumpang samping, ternyata malah enggak tahu sama sekali tentang Magetan,
how to go, atau malah balik nanya ke aku "itu masuk Jawa Timur yah, mba?
berapa jam kalau dari Surabaya memang?" zzzz padahal saya juga baru
pertama kali ke sana. lalu si kondektur menghampiri untuk membayar tiket bus
sekalian tanya dan terimakasih sekali karena saya memang salah bis karena si
bapaknya bilang, "lho mbak ini bukan bis ke Magetan, ini ke Ponorogo...
nanti mbaknya turun di Madiun aja kalau gitu" jadi ga perlu marah deh sama
si bapak yang ada di terminal dan sukses menyeretku untuk naik bus yang tidak
mengantarkanku ke tujuanku. kemudian, aku langsung sms ke Hanna (dia temanku
yang ku bilang asli Magetan tadi, hehehe) soal masalahku. temanku kemudian
bingung dan panik, yah sebenarnya aku juga panik tapi aku sudah feeling dari
awal bahwa aku harus berusaha lebih keras yaitu dengan mencari bis lagi yang
bisa mengantarkanku ke terminal Maospati. yang ada dipikiranku adalah ketika
sampai di stasiun Madiun, aku mencari bus tujuan Solo-Jogja (Mira, Sugeng
Rahayu, sebangsanya...) untuk sampai terminal di Magetan. tapi ternyata aku
mendapat pencerahan dari Hanna (lebih tepatnya Ibunya Hanna) bahwa ada bus
kecil (semacam kopaja) tujuan Madiun-Magetan dimana tujuan terakhirnya terminal
Magetan yang jaraknya jauh lebih dekat dengan rumah temanku itu dibanding jarak
terminal Maospati.
perjalanan
menuju Madiun sekitar 4,5 jam dan cuaca terik sekali ketika aku turun di
terminal. muka sudah kusam bukan main dan sedikit bingung namun ya harus
bertingkah seolah "Aku baik-baik saja. Aku tahu betul daerah sini."
karena memang kalau kita terlihat bingung atau linglung di daerah yang bukan
kita kenali akan menjadi sasaran empuk orang yang berniat jahat. ketika pertama
kali turun bus yang harus ku temui adalah Mushalla, yah karena sudah masuk
waktu sholat dhuhur dan wajah ini rasanya letih butuh disiram air. setelah
cukup beristirahat, jujur aku nggak tahu dimana peron si bus kopaja. setelah
membayar karcis retribusi terminal Madiun Rp 200,- sekaligus tanya ke petugas,
dan ternyata bus ke Magetan ada di peron 4, bersebelahan dengan peron bus kecil
ke arah Ponorogo. lucky me! di peron tersebut hanya ada satu kopaja dan segera
berangkat ke Magetan. bocoran dari kondekturnya kalau saat itu armada kopaja ke
Magetan susah dan harus menunggu satu jam untuk armada selanjutnya. meskipun
serupa dengan bus odong-odong Malang-Kediri, tapi sopirnya nggak ugal-ugalan
kok dan lebih anteng alias pelan. duduk di samping jendela, sambil lihat jalan
dan hempasan angin yang sepoi, enak juga buat tidur tapi nggak bisa soalnya
kondisi bus penuh sama bocah-bocah yang baru pulang sekolah jadi cukup putar playlist
saja. perjalanan sekitar satu jam untuk sampai di terminal Magetan karena tadi
sempat berhenti di terminal Maospati agak lama. dari terminal Magetan aku
dijemput Hanna dan Ayahnya (terima kasih banyak om :}) dan ternyata jarak dari
terminal ke rumah temanku memang dekat. di Magetan ini juga ada angkutan umum
dalam kota, yang harganya jauh dekat Rp 1.500,- (murah banget kaan!)
esoknya
agenda jalan-jalan ke Telaga Sarangan dan kebetulan Hanna mengajak salah
seorang temannya untuk menemani sekaligus menjadi fotografer mwehehe, call him
Mas Ary (terima kasih banyak Mas, wah jadi merepotkan :}). meskipun aku pergi
ke sana naik motor, tapi aku juga tanya ke Hanna kalau memang ada angkutan umum
seperti kolt atau elf dari terminal Magetan untuk tujuan Sarangan dengan tarif
Rp 10.000,- (jadi kalau PP tinggal dikalikan dua, okay). perjalanan ke sana
sama halnya seperti perjalanan Malang-Batu dan kondisi jalan cukup baik
meskipun ketika sudah memasuki dataran tinggi kondisi jalan berkelok tajam dan
dibutuhkan kewaspadaan dalam menyetir yang cukup tinggi.
![]() |
| nah ini bus mini yang ku maksud |
setelah satu
jam perjalanan, akhirnya sampai juga di Telaga Sarangan. berita buruknya cuaca
di Sarangan terlihat mendung dengan kabut yang tebal. dan banyak sekali yang
berjualan sayur mayur segar (mirip lah sama pasar di dekat wisata Songgoriti,
Malang), baju-baju yang ada tulisannya "Sarangan Lake... I Love
Sarangan... Telaga Sarangan..." mirip pasar di lokasi wisata, ya iyalah
itu lokasi wisata. hehehe. ada berbagai macam kegiatan yang mungkin bisa dilakukan
di sana, seperti berkuda mengelilingi telaga (nah yang ini engga nyobain
kemarin karena takut sih jujur hehe), naik kapal boat muterin telaga, naik
bebek apung, atau wisata kuliner karena disekitar telaga banyak penjual sate
kelinci-sate ayam, dan ronde (makanan pas untuk wilayah berhawa dingin). dan
yang benar saja, cuaca di sana sedikit tidak jelas karena sedikit-sedikit
gerimis-hujan lalu terang dan itu semua dipengaruhi kabut tebal yang suka naik
turun.
jadi sekitar
jam setengah dua siang pulang dalam kondisi gerimis tapi cukup deras dan
posisinya kabut lagi lewat, jadi jalan seperti ada asap-asap nya gitu
#norakmode: on. perjalanan yang lumayan melelahkan dan akhirnya beristirahat di
sebuah masjid besar (tulisannya masjid agung) di depan alun-alun Magetan dan
dilanjut jalan ke alun-alun kemudian kembali pulang ke rumah Hanna. setelah
makan malam dan sholat isya, entah kenapa langsung kepikiran tidur dibanding
malam sebelumnya ketika baru tiba (karena baru bisa tidur jam setengah dua
belas malam).
dan jadilah hari Senin, dimana hari terakhir perjalananku di Magetan dan harus kembali ke Surabaya. namun sebelumnya Hanna menyempatkan mengantarkanku ke toko oleh-oleh khas Magetan dan karena asinan kulit jeruk nggak ada, jadilah cuma beli carangmas, gula kacang rasa jahe, dan bumbu pecel (buat Mamah hehehe). dan kemarin sempat ngobrol banyak sama Mas Ary yang ternyata dia adalah seorang bismania (waaah...) dan mendapat banyak info yang sangat bermanfaat. contohnya bis besar yang masuk terminal Maospati hanya bis ekonomi tujuan Sby-Solo-Joga seperti Mira, Sugeng Rahayu, Sumber Selamat dan untuk bis patas seperti Eka tidak lewat terminal Maospati. Kalau memang salah bis dan turun di Madiun seperti yang aku alami kemarin, memang lebih baik naik bis kopaja ke Magetan karena bis besar Solo-Jogja tidak mau mengangkut penumpang jarak pendek (Madiun-Maospati termasuk jarak pendek) sekalipun mereka akan masuk ke terminal Maospati bisa-bisa kena semprot dari kondekturnya (syukurlah... hehehe). memang terminal Maospati hanya dilewati bis besar tertentu karena memang terminal kecil, tidak seramai terminal Madiun yang disinggahi beberapa bis besar tujuan Solo-Jogja atau Ponorogo, namun kalau kita naik bis dari terminal Maospati dan dalam kondisi bis penuh, besar kemungkinan kita akan tetap mendapat tempat duduk karena di terminal Madiun akan banyak penumpang bis yang turun.
| sama hannaa :) |
![]() |
| nah ini si mas ary & hanna <3 td="">3> |
dan jadilah hari Senin, dimana hari terakhir perjalananku di Magetan dan harus kembali ke Surabaya. namun sebelumnya Hanna menyempatkan mengantarkanku ke toko oleh-oleh khas Magetan dan karena asinan kulit jeruk nggak ada, jadilah cuma beli carangmas, gula kacang rasa jahe, dan bumbu pecel (buat Mamah hehehe). dan kemarin sempat ngobrol banyak sama Mas Ary yang ternyata dia adalah seorang bismania (waaah...) dan mendapat banyak info yang sangat bermanfaat. contohnya bis besar yang masuk terminal Maospati hanya bis ekonomi tujuan Sby-Solo-Joga seperti Mira, Sugeng Rahayu, Sumber Selamat dan untuk bis patas seperti Eka tidak lewat terminal Maospati. Kalau memang salah bis dan turun di Madiun seperti yang aku alami kemarin, memang lebih baik naik bis kopaja ke Magetan karena bis besar Solo-Jogja tidak mau mengangkut penumpang jarak pendek (Madiun-Maospati termasuk jarak pendek) sekalipun mereka akan masuk ke terminal Maospati bisa-bisa kena semprot dari kondekturnya (syukurlah... hehehe). memang terminal Maospati hanya dilewati bis besar tertentu karena memang terminal kecil, tidak seramai terminal Madiun yang disinggahi beberapa bis besar tujuan Solo-Jogja atau Ponorogo, namun kalau kita naik bis dari terminal Maospati dan dalam kondisi bis penuh, besar kemungkinan kita akan tetap mendapat tempat duduk karena di terminal Madiun akan banyak penumpang bis yang turun.
Alhamdulilah
sekali karena aku sukses melakukan solo traveling dan sampai di rumah dengan
selamat. meskipun agak keder juga itu adalah kali pertama aku naik bis Sugeng
Rahayu yang notabene merupakan anakan dari bis Sumber Kencono yang terkenal
itu. Estimasi perjalanan Magetan-Sby 5 jam bisa dipotong hanya menjadi 3,5 jam
dan itu sukses membuatku pusing dan mual ketika sudah turun dari bis.
oh ya, ini
aku cantumkan estimasi biaya pada perjalanan kemarin:
bus patas
Sby-Madiun-Ponorogo : Rp 18.000,-
retribusi
terminal Madiun : Rp 200,-
bus kopaja
Madiun-Magetan : Rp 10.000,-
elf terminal
Magetan-Sarangan : Rp 10.000,- (kalau PP dikalikan 2 yah...)
tiket masuk
Telaga Sarangan : Rp 10.000,- / orang
sewa perahu
boat 1x putaran : Rp 40.000,- / boat
oleh-oleh
khas Magetan : Rp 20.000,-
bus kopaja
Magetan-Maospati : Rp 5000,-



4 comments