Copyright © 2011 Dina Ayu Ningtyas. Powered by Blogger.

Journey to Papuma Beach, Jember

by - 10:20 AM


halo hola blogaholic :) pada kesempatan ini aku akan membahas mengenai Kota Jember. dalam setahun kemarin, yah tahun 2012 aku sudah 2x pergi ke sana. pertama kali sih waktu tahun baru 2012 tapi perginya bukan ala backpacker melainkan bersama keluarga. terhitung cuma berempat, nekat move on dari sSrabaya dan pergi ke Jember (belum pernah ke sana sebelumnya) berangkat jam 12 siang dan rencananya mau tahun baruan di sana. serius engga punya sodara atau kerabat dan hanya modal googling tempat wisata di sana, ada pantai yg terkenal namanya pantai papuma (pasir putih maliki) dan cari penginapan yg layak buat disinggahi semalam. keluargaku memang suka jalan-jalan dadakan dan starting perjalanan malam hari karena jalanan lebih lengang bebas macet jadi sudah biasa kalo misal kepepet singgah di spbu trus tidur di mobil. tapi karena belum pernah ke Jember sebelumnya, jadi perjalanan dilakukan di siang hari.
sugesti yang muncul dipikiran empat orang (aku, papah, mamah, dan dika) adalah "halah, Jember kan kota kecil... tahun baruan pun hotel engga bakal penuh, ga usah booking..." jadilah sepanjang perjalanan sangat nyantai dan cuek nggak ada niatan buat booking hotel. perjalanan terasa sangat lama dan ketika masuk waktu sholat Magrib pun masih jauh dari daerah Jember. sekitar jam 9 baru masuk daerah Jember dengan kondisi jalan macet karena banyak orang berbondong-bondong menuju alun-alun untuk tahun baruan. coba cari hotel dan sebagian besar sudah full booked atau penuh terisi. Kebetulan sebelum berangkat sudah sempet googling daftar hotel di Jember. Dari sekian banyak akhirnya ada satu hotel yang masih sisa satu kamar, Hotel Panorama. Hotel bintang 3 ada dipusat kota Jember, double bed dan fasilitas komplit termasuk makan pagi. namun pada perjalanan ke Jember waktu itu belum sempat ke pantai papuma dikarenakan terjadi kemacetan sepanjang 10km sebelum lokasi wisata. parah kan? jadilah batal pergi ke sana dan cuma muter-muter kota.
dan untuk perjalanan kedua kalinya yaitu pada pertengahan Oktober 2012 setelah musim ujian tengah semester, aku dan beberapa temanku (Pranatha, Agus, Dhias, Tia, Erfika, dan Wahyu) melakukan perjalanan ke sana dan keinginan tersebut disambut hangat oleh dua orang teman sekelas kuliah yang memang asli Jember (sebut saja Deny dan Pandhu). karena perjalanan ini lebih ala limit budget jadi perjalanan ini menggunakan kereta api soalnya kalau pakai bis selain harga lebih mahal, juga harus pindah bis ketika tiba di terminal Probolinggo dan terminal bis Jember jauh dari pusat kota. dan berhubung dua temanku (Pran dan Agus) startnya dari Surabaya jadi mereka berdua menggunakan kereta api ... sedangkan aku dan temanku lainnya start dari Malang menggunakan kereta api tawang alun.
berhubung rencana keberangkatan ke Jember bertepatan dengan long weekend perayaan Tahun Baru Hijriah, jadilah karena takut tiket kereta ludes serta hotel full booked (pengalaman pada waktu tahun baru) akhirnya memesan tiket kereta H-5 dan selama itu pula aku survey hotel yang lokasinya tidak jauh dari stasiun kereta, dengan harga murah (namun sayang sekali sebagian besar hotel di Jember tidak melayani pemesanan melalui telepon atau transfer uang) karena bisa dipastikan aku dan teman-teman akan tiba di stasiun Kota Jember sekitar pukul 8 malam (Alhamdulilahnya jadwal kedatangan kereta dari Malang dan Surabaya cuma selisih 15 menit jadi kami tidak bingung untuk mengatur jadwal bertemu). berhubung hanya ada satu hotel yang berada di satu jalan dengan stasiun dan harganya murah jadilah kita memilih hotel itu. karena memang hari sudah sangat larut jadilah terpaksa untuk menginap di hotel itu. hotel ini sebelumnya aku temukan dari sebuah blog yang mengulas tentang catatan perjalanan seseorang ke Jember namun menurutku pribadi dan didukung oleh teman-teman seperjalanan, hotel ini tidak bisa dijadikan rekomendasi karena berbagai alasan (bahkan aku sendiri pun tidak sanggup memaparkan alasan itu karena mengingat kejadian apa yang aku dan teman-temanku alami) dan rekomendasi dari saya alangkah baiknya memilih hotel yang berada di daerah alun-alun dengan harga yang mungkin 2x lipat dari hotel tersebut sekalipun jaraknya sedikit lebih jauh dari stasiun karena pada malam hari daerah depan stasiun sangat sepi.
setelah hanya meletakkan barang-barang akhirnya sisa malam dihabiskan untuk berjalan-jalan di alun-alun Kota Jember (jarak dari stasiun sekitar 300m jadi cukup dekat dari penginapan) dan ada banyak warung lesehan dengan harga makanan-minuman Rp 1500 - Rp 15.000 apabila perut sudah mulai keroncongan. pada malam itu ditemani dengan Pandhu yang jarak rumahnya dengan alun-alun ternyata cukup dekat hehehe. dan pada pukul 12 malam kami semua beranjak dari warung lesehan untuk kembali ke penginapan dan beristirahat.

keesokan harinya bangun subuh jam setengah 5 pagi buat beberes, check out, dan nunggu di jemput Deny di halte depan alun-alun (mungkin lebih pas di deket pizza hut) padahal kemarin malam janjian jam 6 pagi tapi dia sendiri molor jam 7 baru dateng -_- ya sudahlah kita langsung menuju pantai yang tergolong tidak begitu ramai karena masih pagi dan langsung ganti baju jadi ala anak pantai :) setelah cukup lama berada di pantai sampai sadar kalau kulit sudah gosong, sekitar jam setengah 11 kita membersihkan diri dan istirahat sejenak di sebuah warung untuk menikmati buah khas pantai, degan :)

photo by Pranatha
photo by Deny
setelah pulang dari pantai dan mampir ke rumah Deny untuk makan siang, kami sedikit bingung malam ini akan menginap dimana karena sudah positif kalau kami tidak akan kembali di hotel yang sebelumnya kami singgahi. akhirnya, tanpa diduga Pandhu menawarkan rumahnya untuk kita singgahi semalam dan Alhamdulilah sekali rasanya hari itu. belum lagi masakan dari Mamanya Pandhu enak banget (ini bukan karena kelaparan, tapi serius Tante, sampe nambah-nambah hehehe). terima kasih untuk keluarga dari Deny dan Pandhu yang sudah memberikan akomodasi dengan cuma-cuma kepada kami dan sudah direpotkan oleh kedatangan kami *terharu*
keesokan paginya diantar oleh kerabat dari keluarga Pandhu, kami diantar ke stasiun dan syukurlah kami mendapat personil baru di kereta, yaitu Pandhu sendiri yang sehari sebelumnya juga membeli tiket kereta tujuan Malang. sedih juga karena aku harus berpisah dengan dua teman yang sangat baik hati mau bergabung di perjalanan ke Jember ini, Pran dan Dio. semoga kita dapat menjadi partner perjalanan di waktu selanjutnya :)
Oh ya, ini ada estimasi biaya pada perjalanan ke Jember :
Tiket kereta Tawangalun : Rp 18.500,- (PP : 37.000,-)
Tiket masuk wisata Papuma : Rp 6.000,-
Sewa hotel : Rp 45.000,- / kamar
Oleh-oleh khas Jember : Rp 15.000,-

You May Also Like

1 comments