When everything ended like before...
assalamulaikum...
beginilah pada akhirnya. kadang ada kalanya kita nggak tahu apa yang akan terjadi di masa datang. sudah merencanakan berbagai rencana babibu, pada akhirnya harus pasrah terhadap plan-Nya. ada banyak tanda tanya ke Tuhan yang kita sendiri harus memutar otak kesana-sini buat nemu jawabannya (ga segampang dapat kunci jawaban unas yah, yang bisa dibayar pake uang). perlu mikir kesana-kemari, merenung, seringnya sih nangis sesenggukan sampe sesek napas dan tau-tau mata bengkak, mukenah udah basah aja (alhasil cucian nambah. lol) dan setelah dipikir-pikir hingga pada akhirnya menemukan satu pemikiran... sebenarnya Tuhan ga benar-benar menjatuhkanku, Ia hanya sangat menyayangiku dan menyuruhku untuk melakukan kembali hal-hal antimainstream (bisa dibilang temen-temenku ngatain aku agak ga normal karena ngelakuin ini) yang dulu sering aku lakukan. contohnya...
watch a movie by self
![]() |
| entah sudah kali keberapa nonton sendiri. fuih. |
![]() |
| iseng yg sering itu baca buku tips sehat alami, better to capture the page yah. hahaha |
![]() |
| another morning, with my new-long-nails trying to landed at campus safety |
![]() |
| just me at home and i have no idea for cooking |
yang baca post ini pasti cuma bisa bilang "halah... gitu doang, aku juga bisa" serius? yakin bener bisa? "iya beneran bisa" tapi ujung-ujung nya juga nyalinya ciut dan gantian ngatain "kalo bisa rame-rame ngelakuin itu, ngapain mesti sendirian coba?" because, i believe in something.... "terlalu banyak orang yang bertahan dalam hubungan yang tidak bahagia hanya karena mereka takut sendiri. dan anda tidak akan bahagia bersama pasangan sebelum anda bahagia ketika sendiri" :)




0 comments