Copyright © 2011 Dina Ayu Ningtyas. Powered by Blogger.

Let's Be Weird and Move To Mars Together?

by - 5:28 PM

sepertinya aku butuh tinggal di mars!

"lho kenapa?"

buat orang yang cukup kepo dengan judul post dan kalimat awal nya pasti langsung tanya nya begitu tanpa menelisik dulu uraian yang akan saya jelaskan di paragraf selanjutnya.
judulnya terkesan agak sedikit bernada desperate and deep sight. I really need move to mars... because I'm not match living in earth, maybe. ibaratkan kalau seluruh manusia di bumi ini di kelompokkan berdasarkan karakteristik pemikiran masing masing saya mungkin ada di kelompok yang must be deportation to mars karena dianggap aneh dan tidak cocok dengan sebagian manusia bumi pada umumnya. habisnya untuk tetap bisa menjadi warga bumi, ada agreement atas terms and conditons nya lho (looks like when we wanna install new software or buy something online, huh?), contohnya seperti:
  1. warga bumi berhak dan bebas memilih lokasi tinggal dan keyakinan yang dianut guna mengusung kebebasan umat individu dalam melakukan kelangsungan hidup dan beragama;
  2. warga bumi harus peduli terhadap sesama manusia dengan melakukan komunikasi terhadap antar individu secara aktif dan terdaftar sebagai anggota dari suatu perkumpulan atau organisasi atau grup yang diakui dan rutin melakukan kegiatan bersama sesuai perkumpulan yang dipilih;
  3. warga bumi harus peduli terhadap issue issue social welfare, politics, religion dan kesehatan dengan cara turut andil dalam memberikan pendapat terkait masalah atau kasus yang sedang terjadi;
  4. warga bumi harus peduli terhadap lingkungan dan alam dengan menjaga kelestarian dan habitual makhluk hidup disekitarnya;
  5. warga bumi harus bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla;
  6. warga bumi harus bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla;
  7. warga bumi harus bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla;
  8. warga bumi harus bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla;
  9. demi terciptanya tujuan demokrasi, kebebasan berpendapat dan kesejahteraan hak asasi manusia diwajibkan warga bumi menyetujui mematuhi mengikuti dan mendukung upaya tersebut sesuai poin poin yang tertera sebelumnya

dan kemudian sebagai bentuk persetujuan harus dibubuhi tanda tangan di atas materai dan cap jempol with your own blood's ink. sekian.
ketika disodori lembaran persetujuan, tanpa membaca poin poin yang sebenarnya panjang pun dengan pandangan yang tertuju pada poin terakhir dimana harus ada "cap jempol bertinta darah diri sendiri" saya dengan berat hati meletakkan kembali makalah agreement menjadi warga bumi (makalah? memang nya tugas kuliah?). mana mungkin saya akan rela memberikan darah saya bahkan sekalipun hanya nol koma nol nol dua mili liter untuk sebuah cap jempol. hiks. darah sendiri sering disedot sama nyamuk perempuan yang tanpa sengaja dan khilaf saja kadang suka nggak rela (maybe she's too thirsty just looking my skin? but i try to be positive with you, hey mosquito) soalnya langsung merah dan membekas. ini pun masih syukur paragraf terakhir saya baca, biasanya sih kalau mau install software di laptop yang ada malah langsung centang agreement nya. hehehe.

after that moment, i have to prepare for my new identity being mars' citizen...

di dalam perjalanan menuju mars (setting ceritanya jarak mars - bumi cuma 24 jam naik apollo dan itu pun kondisi bumi udah mirip seperti background nya Star Trek. ngayal akut) kebetulan saya masih membawa makalah perjanjian yang tidak saya tanda tangani, saya membacanya seksama dari poin satu sampai terakhir (di baca dengan dalih mengisi bosannya lama perjalanan 24 jam lho...) dan hmm... really even I have been reading this whole document, I never feel being earth citizen is my destiny in the end. apalah arti visi dan misi wilayah tinggal mengusung paham demokratis dan keselarasan dan keberasamaan tapi jika setiap pola dan tingkah laku diatur di dalamnya. namanya hukum pasti boleh lah mengatur dan menuntut tapi jika seperti itu pada akhirnya kenapa harus tetap menjunjung paham yang sebenarnya berseberangan dengan visi dan misi yang dicanangkan? don't know much about the script writer's literature skill because the words didn't relate each other.

back to the old times, it's been about 3 years saya jarang bisa dibilang sangat sangat jarang mengikuti perkembangan jaman melalui tv atau media sosial berbasis realtime. paling lama saya menyalakan tv hanya untuk menonton film (bahkan kalau film itu ternyata sudah di tayang beratus kali sampai saya hapal, bahkan saya memilih untuk mematikan tv). bisa dibilang saya adalah salah satu orang yang sangat lambat akan pergaulan sosial skala luas atau berita skala luas, not an up to date person. terkadang ketika ada berita yang menggemparkan dunia atau heboh sekalipun saya baru tahu beberapa jam setelah nya dan saya selalu mencari tahu dari berbagai sumber tentang apa yang terjadi sebenarnya terlebih lagi finding the trusted source is the best way.
what makes you cool, if you share on your own social media pages about:
- anda cukup mengkritisi berita tentang gaya hidup pejabat, gaya hidup istri pejabat, gaya hidup anak pejabat, gaya hidup pembantu pejabat?
- anda cukup ambil bagian dalam petisi menolak tarikan uang di toilet, petisi menolak peraturan daerah, petisi menolak pembayaran parkir? petisi mencari kebenaran dan fakta tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara?
- anda mengelu-elukan tentang sosok politisi jujur, sosok rakyat miskin yang mencari nafkah demi keluarga, sosok mantan orang penting yang beralih profesi menjadi pendakwah?
- anda membuka suara tentang peraturan pemerintah berdasarkan landasan agama tertentu, peraturan pemerintah berdasarkan landasan suku tertentu, peraturan pemerintah berdasarkan kelompok tertentu?
- anda menentang tentang hukum yang berat sebelah? tentang pemgambilan keputusan yang hanya memadang dari satu sisi?
- anda mencibir gaya hidup konglomerat? mencibir sistem pemerintahan? mencibir perundang-undangan? mencibir gaya hidup ahli agama?

and everything goes...

what's the point to be free soul then? ketika hidup berjalan seperti di atas, kemudian dengan mudah saya terpengaruh dengan apa yang mereka lakukan dan saya menjadi sosok yang lupa akan tujuan dan jati diri saya sebenarnya. jati diri? some people will says, "who's care? what's jati diri?" we almost forget what we want and hold since we just can wragling on the floor.
yang saya tahu memang Indonesia, the country where I live in, saat ini tidak dipimpin oleh sosok diktator yang mengekang rakyatnya dengan berbagai macam aturan dan hukum. dan naif nya kadang saya berharap Indonesia back to Mr. Soeharto's era. karena dewasa ini yang menjadi diktator justru rakyatnya sendiri, sesama manusia sendiri, sesama masyarakat sendiri yang saling men-diktator satu sama lain dengan their own minds, their own rules, their own words and judgements. saya tidak ingin meneruskan paragraf ini karena jika dibahas menurut pemahaman saya mungkin post yang lebih cenderung ke curhatan pribadi ini bisa terpublish menjadi diary yang notabene berlabel biography isi 200 halaman. yeah, sometimes the populars makes and publish their auto biography because they have hidden card to shown in other hand they want money too. just ignore my words.

my worlds started with being innocent then everything has changed enough to make a gap between the straight and the weird. we often wanna call as the straight because it's uncool being the weird alone. if I can asks someone being weird, I do... I will asks for "let's be weird and move to mars together???"

You May Also Like

0 comments